Demokrasi Dunia Ketiga

April 2, 2007 at 8:12 am (Uncategorized)

Kalian harus demokratis. Baik, tapi jauhkan
tinju yang kau kepalkan itu dari pelipisku
bukankah engkau… Tutup mulut! Soal tinjuku
mau kukepalkan, kusimpan di saku
atau kutonjokkan ke hidungmu,
tentu sepenuhnya terserah padaku.
Pokoknya kamu harus demokratis. Lagi pula
kita tidak sedang bicara soal aku, tapi soal kamu
yaitu kamu harus demokratis!

Tentu saja saya setuju, bukankah selama ini
saya telah mencoba… Sudahlah! Kami tak mau dengar
apa alasanmu. Tak perlu berkilah
dan buang waktu. Aku perintahkan kamu
untuk demokratis, habis perkara! Ingat
gerombolan demokrasi yang kami galang
akan melindasmu habis. Jadi jangan macam-macam
Yang penting kamu harus demokratis.
Awas kalau tidak!

1998

& Komentar

  1. Iswara berkata,

    Saya pertama kali membaca sajak ini dari buku kumpulan Mas Agus R. Sarjono. Sajak-sajaknya to the point dan sarat dengan kritik sosial. Saya juga mengajarkan sajak-sajaknya untuk mahasiswa saya.
    Mampir di blog saya, Mas: http://jurnal-sastra.blogspot.com

  2. DiNeJaD berkata,

    om agus. . . . . .
    boleh donk ngefans sama puisinya. . . .

  3. bondol berkata,

    ngak jelas banget sih.

  4. ldlv berkata,

    lol @ atas, puisi itu seperti analogi, ada hubungan dengan zaman pembuatannya dan kata2nya

  5. rosmaniar berkata,

    Sumpah…asli! dahsyat banget puisinya. ga nyesel meski telat baca ni puisi. Hidup Mas agus!

  6. alice berkata,

    Maksa nee

Tulis sebuah Komentar