| rosmaniar di Demokrasi Dunia Ketiga | |
| rama di Deklarasi Cahaya | |
| rama di Deklarasi Cahaya | |
| Nassury di Laut, Komodo, Sastra | |
| Riscki Wahyuarsari di Sajak Palsu |
| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Jun | ||||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | ||||||
XHTML · CSS · Theme: Dusk by Beccary. Blog pada WordPress.com.
Budhi Setyawan berkata,
Maret 20, 2007 pada 8:35 am
Saya suka dan iri dengan puisi2 mas Agus, karena banyak yang panjang, banyak kata2nya tetapi tema bisa mengena dan tidak pecah di tengah. salam kenal dr saya, bisa lihat profil saya di wordpress (lagi diedit) n friendster. saya beru menerbitkan 2 buku puisi, KEPAK SAYAP JIWA dan PENYADARAN thn 2006, beredar di Gunung agung dan karisma. trm kasih.
@
Terima kasih. Saya tentu akan berkunjung ke sana dan menikmati suguhan puisi-puisi Mas
darman berkata,
Mei 4, 2007 pada 3:12 pm
saya suka dengan puisi mas agus kalo aku copy paste ke blog aku boleh gak…???
@ boleh saja mas, dan salam hangat
Broneefen berkata,
Juni 24, 2007 pada 7:07 am
ford part los angeles
Taufiq Wr. HIdayat berkata,
Desember 5, 2007 pada 2:18 pm
sajak-sajak sampeyan sudah saya baca sejak pertama kali saya mengenal puisi, paling tidak ketika saya tengah begitu dalamnya dengan hanya sebuah kata atau kalimat metaforis yang sederhana namun berkilau.
lalu, bisalah kita berkenalan baik, saling tukar nomer Hp misalnya. jika memang dengan kerendahan hati sampeyan bersedia bertegur sapa lewat SMS, inilah nomer Hpku : Taufiq Wr. Hidayat : 085 257 148 139
andika berkata,
April 9, 2008 pada 1:39 am
ass. salam kenal mas Agus Budi S.
Kesempatan yang sangat luar biasa bisa menemukan situs ini sehingga paling tidak dapat ikut ngobrol meski dalam dunia maya.
Sedikit pusi yang akan saya subangkan kepada anda dan member anda:
AMPUNAN MU
Disini ku sendiri
Teman sepiku terasa hadir mendekat
Kehampaan hati yang dalam
Hadirkan kekosongan jiwa
Jiwa-jiwa yang remuk oleh dosa
Terpikul tanpa malu
Sedih tak mungkin hadir
Bekunya hati ini buatnya perpaling
Apakah semua ini akan berganti
Ataukah kan kekal selamanya
Mendera buat rasa cemas
Mengalir dalam setiap pikr
Esok mungkinkah ku ada
Harini mungkinkah ku bisa
Merayu meminta
Belasan kasih Yang Kuasa
Rintihku akan kah di Dengar
Ampun ku akan kan terobati
Dosaku akankah terulangi
Nasuha ku ku harap kau ada
amyra aisha berkata,
Juni 3, 2008 pada 9:13 am
Ass.. salam kenal,
Semakin eksis dengan situsnya, smoga semakin mantap. amien.
eko putra berkata,
Oktober 5, 2008 pada 3:21 am
salam…
terima kasih wejanganmu untukku di horison
eko putra
dina berkata,
Oktober 26, 2008 pada 10:09 am
wah…………puisi nya bagus bangettttt,,,,,,,,,,,
budhisetyawan berkata,
April 28, 2009 pada 5:59 am
Silakan ke blog saya mas…
mohon komentar untuk puisi dan geguritan saya.
http://budhisetyawan.wordpress.com
salam puisi,
Buset.