Deklarasi Cahaya

Deklarasi Cahaya

I

Dengan nama Allah! Menjelmalah tongkat Musa

menjadi perkasa, menelan segala ular

dari sihir peradaban. Tongkat itu pula

yang membelah lautan membuka jalan

pembebasan. Tapi siapa

yang tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia


II

Sulaiman di singgasana gemilang

yang terbentang sejauh mata memandang

terhampar dari ufuk fajar

hingga malam menjelang. Tak putus-putus

merebahkan kening ke tanah

dalam takjub yang enggan sudah

padaNya, pemilik semesta raya

maka kalbunya pun berpuasa

atas segala kemilau dunia. Tapi siapa

yang tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia.


III

Dengan cinta pada Allah yang tunggal

dan tak berbagi, yang mustahil tanggal

dan abadi, Ibrahim membawa kapak

menghancurkan berhala pada peradaban

dan hatinya sendiri. Di kalbunya hanya Allah

Esa dan dan bercahaya

membikin jiwanya bagai
padang terbuka

lautan luas yang bebas

dan mandiri. Tapi siapa

tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia.


IV

Matahari memucat dan rembulan

bagai lilin yang lama padam. Panorama

segera jadi lusuh, kala cahaya wajah Yusuf

tersenyum menerangi dunia.

Perempuan-perempuan jelita

berduyun-duyun menyulut syahwat

memikat Yusuf dalam sepenuh-penuh hasrat.

Tapi Yusuf memilih penjara

bagi tubuhnya, dan merdeka

bagi ruhnya. Terlalu indah CintaNya

dibanding bermilyar perempuan.

Dirangkainya tiap detik dan ingatan

dengan gemerlap nama-nama Tuhan. Tapi siapa

yang tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia.


V

Di sunyi malam ketika angin

menunduk takzim bersama dingin

Muhammad bershalat

melipat seluruh semesta

dalam kalbunya yang sabar dan bercahaya

lalu berangkat menjumpai Tuhannya

dengan sepenuh-penuh rindu

kepada Dia yang esa satu.

Ketika suku Qurays mempersembahkan

singgasana agar dia serahkan hati

pada berhala dan tradisi

leluhur suku yang asli, iapun menampik

bahkan sekalipun matahari

bahkan sekalipun rembulan

kepadanya dipersembahkan, dia tak sudi

menghambakan diri pada peradaban

sebab hanya pada Tuhan

ia temukan kebebasan

sebagai diri dan pribadi.


Dunia tersipu malu

di ujung tikar sembahyang

ketika pada Tuhan, ruh dan tubuhnya

pergi dan pulang. Tapi siapa

yang tahan hidup merdeka

berdiri bebas menengadah cakrawala?

Hanya para Nabi dan pencinta

dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya

yang bisa hidup merdeka

menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia.

2000

33 pemikiran pada “Deklarasi Cahaya

  1. saya suka dengan puisi-puisi religi seperti ini…gimana pak cara membikinnya supaya mudah dan enak di baca ???

    @gimana ya, wah itu ditulis bulan puasa, seperti datang begitu saja. gimana ya

  2. aku sungguh terbawa kandungan makna yang sangat dalam yang mengantarkan aku kepada relitas nyata dengan benturan teks-teks puisi diatas. trims.

  3. PUISI ANDA MEMNG BAGUS,TAPI LEBIH BAGUS LAGI KALAU ANDA TIDAK MEMBUAT PUISI.AAAAAAAAAAAAAASSSSSSSSSSSSSAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!w$%$$&%&&KJEYJ2DJEJ25Y26

  4. Aww.Puisi-nya bagus.subhanallah.Bang,umurku 23 tahun.terlambat ngga’ untuk mulai belajar nulis (cerpen,dsb) sowie….curhat… =)

  5. Pak Agus, mohon izin memakai sajak ini sebagai model penulisan kreatif di kelas saya. Saya pernah dapat sajak ini waktu saya main ke rumah Bapak. Semoga dizinkan. terima kasih. salam.

  6. ajarin ya bang agus,,,gimana caranya membuat syair-syair yang indah,,,karenaQ termasuk orang yang sangat suka dengan kata kata yang bermakna dalan tapi singkat,,,,makasi,,,,

  7. dua jempol buat Mas Agus …. sangat apik rangkaian kata2 nya, menggugah jiwa ini untuk coba merangkai makna yang dilontarkan lewat tulisan yang dikemas dengan cinta TUHAN.

  8. Puisinya bagus-bagus…enak dibaca, indah didengar, dan mudah diresapi….
    terima kasih mas…
    Penulis2 spt mas, yg selalu menjadi inspirasi buat saya. Kebetulan nama’ku jga Agus, smoga puisi2 yg sy tulis bisa sbgus yg mas Agus buat. hehehehe…
    oy, yg ingin singgah sejenak di blog saya silahkan mampir di (betamanise.blogspot.com). smoga bermanfaat dn bisa memberikan lebih banyak inspirasi antar sesama penulis. amin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s